Pemberdayaan Perempuan Sebagai Peningkat Ekonomi Keluarga di Wilayah Pesisir

Gambar

foto diambil dari www.langitperempuan.com

Sudah  diketahui bahwa saat ini jumlah penduduk perempuan hampir sebanding dengan jumlah penduduk laki-laki. Hal ini menunjukkan bahwa besarnya potensi perempuan yang seharusnya bisa diberdayakan agar dapat memberikan kontribusi yang positif dalam pembangunan. Pemberdayaan perempuan harus dipandang pada sisi optimalisasi peran yang bisa dilakukan. Perempuan memiliki potensi yang besar untuk berperan pada sisi sosial, ekonomi, politik, pendidikan dan bidang-bidang lain. Peran yang dilakukan tentunya tidak mengesampingkan peran utama perempuan dalam mengelola keluarganya.

Dewasa ini, peranan perempuan dalam berbagai bidang sangat dibutuhkan termasuk juga dalam berbagai hal. Apalagi akhir-akhir ini pemerintah sering sekali menyuarakan kesetaraan gender agar perempuan dapat bersaing sama dengan kaum lelaki. Tak jarang berbagai usaha maupun kepemilikan pun dapat dipegang oleh kaum perempuan. Hal ini merupakan pembuktian bahwa perempuan juga bisa ikut andil dan memegang kendali dalam kepemimpinan suatu bidang. Selain itu juga adanya kontribusi dari kaum perempuan juga sangat berpengaruh dalam rangka memajukan kesejahteraan. Peran perempuan ditinjau dari sudut pandang yang sempit juga sangat mempengaruhi khususnya untuk meningkatkan perekonomian di dalam keluarganya sendiri, tak jarang peran perempuan ini sangat menyumbang guna keberlangsungan hidup di dalam keluarganya itu. Peran perempuan tersebut sangat berpengaruh dalam berkehidupan sosial dan hal ini merupakan salah satu upaya dari usaha pemberdayaan perempuan.

Dalam hal ini, kemiskinan merupakan contoh yang paling mudah yang dapat digunakan sebagai analisis peran perempuan dalam mengatasinya. Sebagai contoh yaitu di kawasan pesisir, masalah kemiskinan masyarakat pesisir memang sudah menjadi salah satu permasalahan yang sudah umum. Diantara kategori pekerjaan yang terkait dengan kemiskinan, nelayan sering disebut sebagai masyarakat termiskin dari kelompok masyarakat lainnya (the poorest of the poor).  Berdasarkan data World Bank mengenai kemiskinan, bahwa 108,78 juta orang atau 49 persen dari total penduduk Indonesia dalam kondisi miskin dan rentan menjadi miskin.  Badan Pusat Statistik (BPS), dengan perhitungan berbeda dari Bank dunia, mengumumkan angka kemiskinan di Indonesia sebesar 34,96 juta orang (15,42 persen). Angka tersebut diperoleh berdasarkan ukuran garis kemiskinan ditetapkan sebesar 1,55 dollar AS. Sebagian besar (63,47 persen) penduduk miskin di Indonesia berada di daerah pesisir dan pedesaan (BPS, 2008).

Masalah kemiskinan nelayan merupakan masalah yang bersifat kompleks sehingga untuk menyelesaikannya diperlukan solusi yang menyeluruh, dan bukan solusi secara parsial (Suharto, 2005). Oleh karena itu, harus diketahui akar masalah yang menjadi penyebab terjadinya kemiskinan pada nelayan.

Desa pesisir identik dengan masyarakatnya yang miskin dan menggantungkan hidupnya dari sektor perikanan. Sektor perikanan merupakan potensi sumberdaya alam yang penting dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat pesisir. Masyarakat pesisir itu terdiri dari nelayan juragan (pemilik modal), nelayan kecil, nelayan buruh, pedagang pengepul, dll. Nelayan buruh merupakan nelayan yang tidak memiliki alat-alat produksi dalam kegiatan perikanan, seperti alat tangkap, perahu, dll. Nelayan buruh hidupnya selalu dalam  kesulitan dan kesusahan. Nelayan buruh selalu tertindas atas ketidak adilan dalam sistem bagi hasil dengan pemilik modal (juragan). Walaupun hasil yang didapat dalam melaut lumayan besar namun setelah dibagi  dengan pemilik modal hasilnya tidak seberapa.

            Nelayan sangat menggantungkan hidupnya pada alam, jadi dalam mencari penghidupan nelayan dipaksa bisa membaca setiap kondisi dan situasi alam. Musinm ikan tidak berlangsung sepanjang tahun, namun hanya beberapa bulan saja. Hal inilah yang membuat para nelayan harus selalu berfikir keras bagaimana mendapatkan hasil yang lebih untuk digunakan diwaktu tidak melaut.

Dalam hal ini peran perempuan merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam pembangunan pesisir hal ini disebabkan karena  posisi perempuan sangat strategis dalam kegiatan perikanan. Sebagai contohnya yaitu perempuan sangat berperan sebagai pedagang pengecer, pengumpul ikan, pedagang besar, buruh upahan, maupun tenaga pengolah hasil perikanan.

Kabupaten Demak mempunyai potensi Perikanan yang sangat melimpah baik perikanan laut maupun perikanan darat, dengan garis pantai sepanjang 34,71 Km menyebar di 4 kecamatan (Sayung, Karangtengah, Bonang dan Wedung). Produksi yang dihasilkan dari perikanan laut tahun 2010 mencapai 1.476,75 ton dengan nilai 6.123, 84 juta rupiah (Demak Dalam Angka, 2011:194). Sebagaian besar matapencaharian utama penduduk wilayah pesisir kabupaten Demak adalah nelayan. Masyarakat nelayan merupakan masyarakat tradisonal dengan kondisi social ekonomi yang memprihatinkan dibandingkan dengan masyarakat luar yang bergerak di bidang lain. Di pihak lain SDM di bidang perikanan umumnya masih lemah, kondisi ini digambarkan oleh struktur tenaga kerja dan tingkat pendidikan yang rendah. Rendahnya tingkat pendidikan nelayan dan petani ikan cenderung menghambat proses alih teknologi dan keterampilan yang berdampak pada kemampuan manajemen dan skala usahanya. Akibatnya nelayan akan sulit keluar dari lingkaran permasalahan yang dihadapi (Budiastuti dalam Jume’edi, 2005:3).

Salah satu kegiatan yang produktif wanita nelayan di daerah ini diantaranya adalah menjadi buruh pengupas udang. Aktivitas mengupas udang dinilai lebih menguntungkan baik cara, waktu dan tenaga. Kegiatan tersebut tidak membutuhkan keterampilan khusus, waktu yang dibutuhkanpun tidak banyak dan tenaga yang digunakan juga kecil. Rata-rata pendapatan keluarga nelayan di daerah ini sebesar Rp.880.000,- per bulan. Pendapatan tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga yang sebagaian besar rata-rata jumlah keluarganya di atas 5 orang.

Dari sini, dapat kita lihat bahwa peran perempuan sangatlah berpengaruh dalam menunjuang perekonomian di dalam keluarganya. Setidaknya hasil yang didapat dapat meringankan biaya hidup keluarga. Kegiatan seperti menjadi buruh pengupas udang merupakan implementasi program dari pemberdayaan perempuan itu sendiri dalam kajian peningkatan perekonomian. Ibu-ibu nelayan diberdayakan sebagai buruh pengupas udang untuk membantu perekonomian keluarganya. Hal ini sangat membantu mengingat pekerjaan suami sebagai nelayan tidak bisa untuk selalu digantungkan. Kontribusi perempuan nelayan ini terhadap pendapatan keluarga pun dapat mencapai separuh dari pendapatan suami.

Hal ini membuktikan bahwa peran nelayan perempuan sangatlah berpengaruh. Mereka  merupakan sosok yang sangat penting dalam pembangunan ekonomi perikanan. Masyarakat nelayan yang sering mendapatkan pandangan sebagai masyarakat miskin tak dapat dipungkiri bahwa inilah yang terjadi di negeri ini. Namun dengan adanya peran nelayan perempuan telah membukakan jalan untuk menjadi masyarakat pesisir yang sejahtera dan cukup dalam ekonomi. Kini di era global ini telah membuka peluang bagi semua perempuan, khususnya perempuan nelayan untuk berperan aktif dalam pembangunan perekonomian perikanan menjadi lebih baik. Peran perempuan nelayan dalam pembangunan perekonomian masyarakat pesisir saat ini telah terlihat jelas apalagi dalam usaha pemberdayaan perempuan di sekitar daerah nelayan.

 

 Referensi:

http://www.rahmatullah.net/2010/05/menanggulangi-masalah-kemiskinan.html

BPS.2008. Berita Resmi BPS

Suharto, Edi. “Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat, Kajian Strategis Kesejahteraan Sosial dan Pekerjaan Sosial”. Bandung:  Refika Aditama. 2005.

http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jess/PERAN DAN POTENSI WANITA DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN EKONOMI KELUARGA NELAYAN oleh Wahyu Nugraheni S.  dalam Journal of Educational Social Studies 1 (2) (2012)

 

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s